Jumat, 10 Februari 2012

ISTILAH-ISTILAH GANGGUAN JIWA

ISTILAH-ISTILAH GANGGUAN JIWA

A. STATUS MENTAL

1. Aktivitas motorik :

  • Agitasi : Gerakan motorik yang menunjukkan kegelisahan.
  • Tik : Gerakan-gerakan kecil pada otot muka yang tidak terkontrol.
  • Grimasen : Gerakan otot muka yang berubah-ubah yang tidak dapat dikontrol klien.
  • Tremor : Jari-jari yang tampak gemetar ketika klien menjulurkan tangan dan merentangkan jari-jari.
  • Kompulsif : Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan seperti berulangkali mencuci tangan, mencuci muka, mandi, mengeringkan tangan dsb.

2. Alam Perasaan
  •  Sedih : Perasaan sedih
  • Gembira : Perasaan gembira atau senang.
  • Ketakutan : Takut terhadap sesuatu dan objeknya yang ditakuti sudah jelas.
  • Khawatir : Objeknya belum jelas.
3. Afek dan Emosi
  • Afek : Nada atau perasaan menyenangkan atau tidak yang menyertai suatu pikiran dan biasanya berlangsung lama serta kurang disertai komponen fisiologik.
  • Emosi : Manifestasi afek keluar dan disertai banyak komponen fisiologik.
  • Depresi : Komponen psikologik misalnya sedih, rasa tidak berguna, susah, gagal, kehilangan,dll. Dan komponen somatic misalnya anorexia, konstipasi, lembab,dll.
  • Eforia : Rasa riang, gembira berlebihan, tidak sesuai keadaan.
  • Anbedonia : Ketidakmampuan merasakan kesenangan, tidak timbul perasaan senang dengan aktivitas yang biasanya menyenangkan.
  • Datar : Tidak ada perubahan roman muka pada saat ada stimulus yang menyenangkan atau menyedihkan.
  • Tumpul : Hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang kuat.
  • Labil : Emosi yang cepat berubah-ubah.
4. Tidak sesuai : Emosi yang idak sesuai atau bertentangan dengan stimulus yang ada.

5. Interaksi selama wawancara
  • Kontak mata kurang : Tidak mau menatap lawan bicara.
  • Defensif : Selalu berusaha mempertahankan pendapat dan kebenaran dirinya.
  • Curiga : Menunjukkan sikap/perasaan tidak percaya pada orang lain.
A. GANGGUAN PERSEPSI
  1. Halusinasi adalah Kesalahan persepsi tentang sesuatu yang tidak ada objeknya.
          Jenis-jenis Halusinasi :
  • Halusinasi Penglihatan
Pengertian :
Dikatakteristikkan dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya, gambaran geometric, gambar kartun dan atau panorama yang luas dan kompleks. Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan.
  • Halusinasi Pendengaran
Pengertian :
Dikarakteristikkan dengan mendengar suara, terutama suara-suara orang, biasanya klien mendengan suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.
  • Halusinasi Penciuman
Pengertian :
Dikarakteristikkan dengan adanya bau busuk, amis dan bau yang menjijikkan seperti darah, urine, atau feces. Kadang-kadang tercium bau harum. Biasanya berhubungan dengan penyakit stroke, tumor, kejang dan dementia.
  • Halusinasi Pengecap
Pengertian :
Dikarakteristikkan dengan merasakan sesuatu yang busuk, amis dan menjijikkan
  • Halusinasi Peraba
Pengertian :
Mengalami nyeri atau ketidajnyamanan tanpa stimulus yang jelas.
Dikarakteristikkan dengan adanya rasa sakit atau tidak enak. Contoh merasakan sensasi listrik dating dari tanah, benda mati atau orang lain.
  • Halusinasi Kinestetik
Pengertian : Merasakan pergerakan sementara berdiri tanpa bergerak.
  •  Halusinasi Viseral
Pengertian : Halusinasi alat tubuh bagian dalam yang seolah-olah ada perasaan tertentu yang timbul di tubuh bagian dalam misalnya lambung seperti ditusuk-tusuk jarum.
  • Halusinasi Hipnagogik
Pengertian :
Persepsi sensorik bekerja yang salah terdapat pada orang normal, terjadi tepat sebelum bangun tidur (menjelang masuk tidur).
  •  Halusinasi Hipnopompik
Pengertian : Halusinasi yang terjadi menjelang bangun tidur. Disamping itu ada pula pengalaman halusinatorik dalam impian yang normal.
  • Halusinasi Histerik
Pengertian :
Halusinasi yang timbul pada neurosis histerik karena konflik emosi.
    2.  I l u s i
Pengertian :
Sebuah kondisi yang mempersepsikan berbeda terhadap sebuah objek, misalnya menyaksikan permainan sulap, kita sedang mengalami ilusi. Dimana hal tersebut merupakan suatu persepsi yang salah/interpretasi terhadap stimulus eksternal yang nyata.
    3.  Depersonalisas
Pengertian :
Merupakan suatu persepsi subjektif bahwa orang-orang disekitarnya berubah asing atau aneh. Ditandai dengan perasaan terpisah yang lama atau berulang dari tubuh atau proses mental seseorang dan oleh perasaan di luar peninjau pada kehidupan seseorang.
Gejalanya adalah perasaan gelisah dan depresi, seringkali terjadi setelah seseorang mengalami bahaya yang mengancam jiwa, seperti kecelakaan, bencana, penyerangan, dll.
    4.   Derealisasi
Pengertian : Persepsi subjektif bahwa lingkungan berubah aneh/tidak nyata.
 Depersonalisasi dan derealisasi dimana penderita mengalami perasaan tidak nyata, merasa terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental. Penderita merasa seperti mengamati dirinya sendiri, seolah olah mereka sedang menonton diri mereka dalam sebuah film, penderita tidak merasa mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap dirinya sebagai orang asing atau tidak nyata.
B. GANGGUAN BERPIKIR

1. Proses Pikir
  • Sirkumstansial : Pembicaraan yang berbelit-belit tapi sampai pada tujuan pembicaraan.
  • Tangensial : Pembicaraan yang berbelit-belit tapi tidak sampai tujuan.
  • Asosiasi Longgar : Pembicaraan tidak ada hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya, dan klien tidak menyadarinya.
  • Flight of Ideas : Pembicaraan yang meloncat dari satu topic ke topic lainnya,masih ada hubungan yang tidak logis dan tidak sampai pada tujuan.
  • Bloking : Pembicaraaan terhenti tiba-tiba tanpa gangguan eksternal kemudian dilanjutkan kembali.
  • Perseverasi : Pembicaraan yang diulang berkali-kali.
  • Inkoherensi : Gangguan dalam bentuk bicara, sehingga satu kalimatpun sulit ditangkap maknanya.
  • Neologisme : Bentuk kata baru yang sulit dipahami maknanya.
  • Irrelevansi : Isi pikiran/jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan.
  • Verbigerasi : Pengulangan kata tanpa tujuan.
2.Bentuk Pikir
  • Dereistik : Titik berat pada tidak adanya sangkut paut terjadi antara proses mental individu dan pengalaman yang sedang terjadi.
  • Otistik : Hidup dalam alam pikiran sendiri.
  • Non Realistik : Sama sekali tidak berdasar pada kenyataan.
3. Isi Pikir
  • Obsesi : Pikiran yang selalu muncul walaupun klien berusaha menghilangkannya.
  • Phobia : Ketakutan yang patologis/tidak logis terhadap objek/situasi tertentu.
  • Hipokondria : Keyakinan terhadap adanya gangguan organ dalam tubuh yang sebenarnya tidak ada.
  • Depersonalisasi : Perasaan klien yang asing terhadap diri sendiri, orang atau lingkungan.
  • Ide yang terkait : Keyakinan klien terhadap kejadian yang terjadi, lingkungan yang bermakna dan terkait pada irinya.
  • Pikiran Magis : Keyakinan klien tentang kemampuannya melakukan hal-hal yang mustahil/diluar kemampuannya.
  • Logoria : Banyak bicara, kata-kata yang dikeluarkan bertubi-tubi, mungkin koheren dan inkoheren.
  • Kecepatan Bicara : Mengutarakan pikiran mungkin cepat/lambat sekali.
  • Preokupasi : Pikiran terpaku pada sebuah ide saja, yang berhubungan dengan keadaan yang bernada emosional yang kuat
  • Pikiran tidak : Pikiran eksentrik, tidak cocok dengan banyak hal terutama dalam
Memadai(inadekuat) pergaulan dan pekerjaan.
  • Pikiran bunuh diri : Mulai dari kadang memikirkan sampai terus menerus memikirkan bagaimana cara bunuh diri
  • Kegembiraan Luar : Timbul mengambang pada orang normal selama fase permulaan narkose.
  • Fantasi : Isi pikir tentang kejadian/keadaan yang diharapkan/diinginkan, tetapi dikenal sebagai tidak nyata.
  • Pikiran hubungan : Pembicaraan orang lain dihubungkan dengan dirinya, misalnya teman pakai baju merah dianggap marah pada dirinya.
  • Pikiran Isolasi : Rasa terisolasi, tersekat, terpencil, rasa ditolak social.
  • Pikiran rendah diri : Merendahkan, menyalahkan dirinya.
  • Waham :
Agama : Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan secara berulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
Somatik : Klien mempunyai keyakinan tentang tubuhnya dan dikatakan secara berulang yang tidak sesuai engan kenyataan.
Kebesaran : Klien mempunyai keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuannya yang disampaikan secara berulang yang tidak sesuai kenyataan.
Curiga : Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau sekelompok yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai kenyataan.
  • Nihilstik : Klienyakin bahwa dirinya sudah tidak ada didunia/meninggal yang dinyatakan secara berulang yang tidak sesuai kenyataan.
  • Waham yang Bizar :
Sisip Pikir : Klien yakin ada ide pikiran orang lain yang disisipkan didalam pikiran yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai kenyataan.
Siar Pikir : Klien yakin bahwa orang lain tahu apa yang dia pikirkan walaupun dia tidak menyatakan kepada orang tersebut yang dinyatakan secara berulang dan tidak sesuai kenyataan.
Kontrol Pikir : Klien yakin pikirannya dikontrol oleh kekuatan dari luar.

C. TINGKAT KESADARAN

1. Kesadaran Menurun
  • Apatis : Mulai mengantuk, acuh terhadap rangsangan, perlu rangsang lebih kuat untuk menarik perhatian.
  • Somnolen : Sudah mengantuk dan rangsang lebih keras lagi untuk menarik perhatian’
  • Sopor : Hanya berespon engan rangsang yang keras, ingatan, orientasi, pertimbangan hilang.
  • Koma/subkoma :tidak berespon terhadap rangsang nyeri sama sekali.
2. Kesadaran Meninggi
  • Adalah keadaan denganrespon meninggi terhadap rangsangan.
3. Hipnosa
  • Adalah kesadaran sengaja dirubah menurun/menyempit, hanya terima rangsang dari sumber tertentu melalui sugesti, akhirnya timbul amnesia.
4. Disosiasi
  • Trans : Kesadaran tanpa reaksi yang jelas terhadap lingkungan, biasanya mulai mendadak, bengong, melamun missal kuda kepang, upacara adat.
  • Senjakala Histerik : Kehilangan ingatan atas dasar psikologik, terjadi pada waktu tertentu dan biasanya selektif.
  • Fugue : Periode penurunan kesadaran dengan pelarian secara fisik dari keadaan yang banyak menimbulkan stress, tetapi mempertahankan kebiasaan/keterampilan.
  • Serangan Histerik : Penampilan emosional yang jelas dengan unsure tarik perhatian dan kelihatannya tidak ada kontak dengan lingkungan.
5. Kesadaran Berubah
  • Kesadaran berubah : Tidak normal, tidak menurun, bukan disosiasi, tapi kemampuan mengadakan hubungan dan pembatasan dengan dunia luar dan dirinya sendiri sudah terganggu pada taraf tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Gangguan perhatian : Tidak mampu memusatkan perhatian pada satu hal, lamanya pusat perhatian berkurang, daya konsentrasi terganggu.
6. Gangguan Ingatan
  • Amnesia : Tidak mampu mengingat pengalaman, sebagian atau total, secara retrograde/anterograde.
  • Paramnesia : Ingatan yang keliru karena distorsi pemanggilan kembali:
  • Dejavu : seperti pernah melihat/mengalami sesuatu padahal tidak.
  • Jamaisvu : seperti belum pernah melihat/mengalami sesuatu, sebenarnya sudah.
  • Fausse reconnaissance : pengenalan kembali yang keliru, merasa benar padahal keliru.
  • Konfabulasi : Secara tidak sadar mengisi lubang-lubang dalam ingatannya dengan cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan akan tetapi dipercayai.
  • Hipermnesia : penahanan dalam ingatan dan pemanggilan kembali yang berlebihan.
  • Sedasi : mengatakan merasa melayang-layang antara sadar/tidak.
  • Stupor : gangguan motorik seperti kekakuan, gerakan-gerakan yang diulang, anggota tubuh klien dpt dikatakan dalam sikap canggung dan dipertahankan klien, tetapi mengerti semua yang terjadi dilingkungan.
D. MEMORI
  1. Gangguan daya ingat jangka panjang : tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi lebih dari satu bulan
  2. Gangguan daya ingat jangka pendek : tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi dalam minggu terakhir.
  3. Gangguan daya ingat saat ini : tidak dapat mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
  4. Konfabulasi : pembicaraan yang tidak sesuai engan kenyataan dengan memasukkan cerita yang tidak benar untuk menutupi gangguan daya ingatnya.
E. Tingkat konsentrasi berhitung
  1. Mudah dialihkan : Perhatian klien mudah berganti dari satu objek ke objek lainnya.
  2. Tidak mampu berkonsentrasi : Klien selalu minta agar pertanyaan diulang/tidak dapat menjelaskan kembali pembicaraan.
  3. Tidak mampu berhitung : Tidak dapat melakukan penambahan/pengurangan pada benda-benda nyata.
F. Kemampuan Penilaian
  1. Gangguan kemampuan penilaian ringan : dapat mengambil keputusan yang sederhana dengan bantuan orang lain.
  2. Gangguan kemampuan penilaian bermakna : tidak mampu mengambil keputusan walupun dibantu orang lain.
G. Daya tilik diri
  1. Mengingkari penyakit yang diderita : tidak menyadari gejala penyakit (perubahan fisik, emosi) pada dirinya dan merasa tidak perlu pertolongan.
  2. Menyalahkan hal-hal di luar dirinya : menyalahkan orang lain/lingkungan yang menyebabkan kondisi saat orang lain/lingkungan yang menyebabkan kondisi saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar